Pengertian Pengelolaan Usaha. Kenali Jenis dan Contohnya

Diposting pada

Pengelolaan usaha adalah cara yang diperlukan untuk menangani pelaksanaan suatu kegiatan yang terprogram dengan baik, baik dilakukan secara mandiri atau melalui kerja sama dengan orang lain.

Dari pengertian ini, maka pengelolaan usaha itu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu usaha yang dikelola sendiri dan usaha yang dikelola berkelompok.

Usaha yang Dikelola Sendiri

Usaha sendiri adalah usaha yang modal usahanya dimiliki secara perseorangan.

Sebagai ilustrasi , misalnya Pak Budi memiliki modal Rp15.000.000,00. Ia
mendirikan sebuah toko kelontong yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Barang dagangan yang dijual didapatkanya dari modal yang keluarkan sendiri.

Baca juga: Inilah 5 Jenis Usaha Manusia dalam Memenuhi Kebutuhannya

Pak Budi memiliki tiga orang karyawan toko. Meskipun karyawan yang bekerja di tokonya ada tiga orang, akan tetapi usaha pak Rudi tetap disebut sebagai perusahaan perorangan. Mengapa? Karena modalnya hanya milik Pak Budi sendiri.

Ilustrasi warung (foto: pexels)

Apa kelebihan Pak Budi dengan membuka toko kelontongan menggunakan modal sendiri? Tentu beliau bebas untuk mengatur tokonya beliau sendiri. Tidak akan ada orang lain yang ikut campur dalam pengelolaan toko kelontongan tersebut. Semua urusan seperti belanja produk, menentukan harga jual produk, promosi, gaji karyawan, dan lain-lainnya beliau sendiri yang menentukan.

Karena modal dan pengelolaan toko kelontongan itu beliau sendiri yang memegangnya, maka konsekuensinya semua keuntungan toko adalah miliknya semua. Demikian pula jika mengalami kerugian, maka semua kerugian itu beliau sendiri yang menanggungnya.

Kelemahan Membuka Usaha yang Dikelola Sendiri

Membuka usaha yang dikelola sendiri tentu memiliki kelemahan. Apa saja kelemahannya? Berikut ini beberapa diantaranya:

Modal Terbatas

Dalam contoh di atas, modal yang dimiliki pak Budi hanya Rp 15 juta rupiah. Otomatis, beliau hanya bisa menggunakan modal sejumlah itu saja untuk belanja produk dan keperluan lainnya hanya sejumlah modal tersebut saja. Tentu sangat sedikit hal yang bisa beliau lakukan.

Lain halnya jika beliau mengajak beberapa orang untuk ikut andil bekerja sama dalam permodalan. Jika misalnya beliau mengajak 3 orang, jadi ada 4 orang termasuk beliau sendiri, dan masing-masing menyertakan modal Rp 15 juta, maka akan terkumpul modal yang lumayan banyak, yaitu Rp 60 juta rupiah.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi adalah Upaya Pemenuhan Kebutuhan Hidup. Inilah Contoh dan Jenisnya

Dengan modal yang cukup banyak ini, tentu banyak hal yang bisa beliau lakukan dalam upaya mengembangkan toko kelontongan tersebut.

Kemampuan Terbatas

Pak Budi harus mengatur semuanya sendirian. Mulai merencanakan, mengatur perjalanan operasional, mengawasi toko, semua dilakukan sendiri.

Jika tokonya berkembang menjadi besar, tentu Pak Budi akan kesulitan dalam menjalankannya. Berbeda halnya jika beliau memiliki partner yang bisa diajak kerjasama, maka beban berat itu akan bisa terasa ringan dengan berbagi tugas terhadap partner usaha beliau tersebut.

Resiko Usaha Ditanggung Sendiri

Karena modal usaha hanya berasal dari kantong Pak Budi, maka jika terjadi resiko kerugian, semuanya ditanggung beliau sendiri. Berbeda misalnya jika usaha bersama, maka segala kerugian akan ditanggung bersama-sama.

Usaha yang Dikelola Kelompok

Usaha bersama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih disebut dengan usaha yang dikelola kelompok. Masalah cara pengelolaan, masing-masing usaha tidaklah harus sama.

Mengapa? Hal ini disesuaikan dengan kesepakatan bersama antara penyerta modal, sebab tidak semua anggota kelompok mempunyai modal dan kemampuan yang sama.

Untuk besaran modal yang disertakan dalam usaha bersama ini juga tidak mesti sama besar. Misalnya Pak Budi Rp 10 juta, Pak Amin Rp 15 juta, Pak Arman Rp 20 juta dan Pak Basuki Rp 5 Juta.

Karena perbedaan nominal modal yang disertakan ini, maka keuntungan yang nantinya akan didapatkan juga tidak dibagi rata. Persentase pembagian keuntungan disesuaikan dengan besaran modal yang disertakan.

Jenis Usaha yang Dikelola Kelompok

Usaha yang dikelola kelompok memiliki ciri khas yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu, ada beberapa jenis usaha yang dikelola kelompok, diantaranya:

Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Usaha yang termasuk dalam kelompok ini didirikan oleh negara. Segala keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi milik negara yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Umumnya, perusahaan ini didirikan di beberapa usaha yang memiliki pos dan peranan penting di masyarakat. Beberapa badan usaha mulik negara adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan Umum (Perum), yaitu perusahaan yang semua modalnya dimiliki negara dengan tujuan melayani masyarakat dan juga untuk mencari keuntungan. Beberapa perum yang sekarang masih ada antara lain misalnya Perum Pegadaian, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Perum Damri, Perum Produksi Film Negara, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Perum Jasa Tirta, dan Perum Bulog.
  • Perusahaan Perseroan, yaitu badan usaha yang modalnya terdiri atas gabungan antara pemerintah dan swasta. Tujuan dari perseroan adalah mencari keuntungan. Modal dalam perseroan berbentuk saham. Saham adalah surat tanda bukti keikutsertaan dalam perusahaan. Para pemilik saham menyerahkan modal dan perusahaan melakukan kegiatan usaha. Beberapa contoh perusahaan perseroan adalah: PT Balai Pustaka (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Pindad (Persero), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Taspen (Persero).
  • Perusahaan Daerah, yaitu perusahaan yang didirikan berdasarkan pada peraturan daerah. Seluruh atau sebagian kekayaan perusahaan daerah adalah milik pemerintah daerah. Tujuan didirikannya perusahaan daerah adalah melayani masyarakat suatu daerah. Contoh perusahaan daerah yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Bank Pembangunan Daerah, dan pasar.
Bis Damri yang dikelola oleh Perum Damri (foro: harmanstrans.blogspot.com)

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Negara memberikan keleluasaan kepada semua rakyat Indonesia untuk berusaha dengan mendirikan badan usaha. Maka, bisa disaksikan kini banyak kelompok masyarakat yang melakukan berbagai usaha. Karena tidak dikelola oleh negara, maka disebut dengan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Beberapa jenis badan usaha milik swasta yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Firma (Perusahaan Persekutuan), yaitu badan usaha yang dimiliki paling sedikit dua orang dengan menggunakan satu nama. Firma artinya nama bersama. Penggunaan nama firma biasanya mengambil nama salah satu pemiliknya atau dengan menggabungkan nama-nama pemiliknya. Misalnya Firma Kiat Jaya (gabungan nama Kiatno dengan Sanjaya).
  • Perseroan Terbatas (PT), yaitu badan usaha yang modalnya dihimpun dari beberapa orang melalui penjualan saham. Para pemilik saham tidak perlu campur tangan dalam masalah perusahaan. Walaupun demikian, pemilik saham dapat tetap diperbolehkan mengikuti perkembangan perusahaan. Para pemilik saham menerima sisa pembagian laba perusahaan sesuai saham yang dibeli.
  • Persekutuan Komanditer (CV); Komanditer adalah badan usaha yang modalnya dimiliki beberapa orang. CV dijalankan oleh sebagian anggota yang dapat menjalankan perusahaan. Orang yang dapat menjalankan CV ini disebut anggota aktif. Sedangkan anggota pasif hanya dapat menyetor modal perusahaan.

Koperasi

Tidak semua badan usaha hanya bertujuan memperoleh keuntungan. Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang tujuan utamanya adalah menyejahterakan anggotanya. Apakah yang dimaksud koperasi? Koperasi adalah badan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Glossari (Kata Kunci)

  • pengelolaan usaha
  • usaha yang dikelola sendiri
  • usaha yang dikelola berkelompok
  • penyertaan modal
  • badan usaha milik negara (BUMN)
  • perusahaan umum (perum)
  • perusahaan perseroan
  • perusahaan daerah
  • BUMN
  • BUMS
  • Firma
  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Persekutuan Komenditer (CV)
  • koperasi